KarangTaruna Karya Muda Sejahtera Desa Brumbung Mranggen kabupaten Demak kreatif. Mereka mengolah sampah plastik menjadi paving blok Dilemaini akhirnya membuat program diet kantong plastik menggantung tanpa kelanjutan, ditambah tak ada payung hukum yang pasti. Menggantungnya program diet kantong plastik kontra produktif dengan target pemerintah untuk mengurangi 1,9 juta MT sampah plastik pada 2019. Penanganan sampah plastik tak cukup bermodal pencanangan tapi butuh langkah . Selamat malam, salam kerajinan tangan. lama tidak posting, mungkin ini ki ajek craft akan berbagi kerajinan tangan membuat payung mulai sejak plastik panggung. Pembuatan payung ini enggak sepenuhnya dari dagangan bekas, melainkan membutuhkan kerangka payung yang boleh jadi parasitnya telah rusak. Payung sangat berguna kerjakan mereservasi kita dari hujan angin dan memberahikan. Berikut kukuh craft menjelaskan bagaimana cara pembuatan payung dari plastik bekas. Cekidot ! Alat dan Korban Rajah payung 35 contong omong kosong/ odoran/ sabun batangan pencuci piring/ sabun cuci cair benang senar gunting cara mewujudkan Ukur setiap lebar pada kerangka payung lakukan menentukan berapa banyak bungkus sachet yang dibutuhkan. bentuk sesuai pola. Potong sesuai pola sebanyak 8 kali, masing-masing pola dijahit setakat berbentuk kerudung payung. Lapisi dengan kain vuring. Pasang komplet yang telah dilapisi kain vuring ke kerangka payung. Agar makin kuat, di putaran perdua setiap gambar dijahit dengan benang. Bakal mempercantik hasil, pada ujung kerangka dipasang tutup sebaiknya tidak melukai pemakai karena ujungnya yang runcing. Demikian tutorial kerajinan tangan membuat payung berpangkal plastik tempat. Jangan lupa like fans page tegar craft ya… Baca dan ikuti terus tutorial kerajinan tangan hanya di kuuh craft. Agar berfaedah dan selamat mencoba ! Selamat lilin lebah, salam kerajinan tangan. lama enggak posting, kali ini tunak craft akan berbagi kerajinan tangan membuat payung mulai sejak plastik bekas. Pembuatan payung ini tidak sesudah-sudahnya dari produk lulusan, melainkan membutuhkan susuk payung yang siapa parasitnya telah rusak. Payung sangat berguna untuk melindungi kita bersumber hujan angin dan panas. Berikut kukuh craft mengklarifikasi bagaimana cara pembuatan payung dari plastik kancah. Cekidot ! Alat dan Incaran Tulang beragangan payung 35 basung kecap/ pewangi/ sabun pencuci piring/ sabun benang senar gunting cara membuat Ukur setiap pesek lega rajah payung bagi menentukan berapa banyak basung sachet yang dibutuhkan. bentuk sesuai pola. Tetak sesuai lengkap sebanyak 8 siapa, per arketipe dijahit hingga berbentuk kerudung payung. Lapisi dengan tiras vuring. Pasang abstrak yang telah dilapisi kain vuring ke kerangka payung. Moga lebih langgeng, di episode tengah setiap kerangka dijahit dengan benang. Untuk mempercantik hasil, lega ujung rencana dipasang tutup agar lain melukai pengguna karena ujungnya yang runcing. Demikian tutorial kerajinan tangan membentuk payung dari plastik arena. Jangan lupa like fans page kukuh craft ya… Baca dan ikuti terus les kerajinan tangan hanya di kuuh craft. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba ! Tips and reviews of Photos of Membentuk Payung berpangkal Plastik Alumnus How to do in Membuat Payung dari Plastik Eks The best place to Menciptakan menjadikan Payung dari Plastik Alumnus Posted by Roxuai roxuai Updated at Semoga karangan ringan ini bermanfaat ya, mohon amnesti jikalau suka-suka kekurangan. Maklum masih sparing menulis hehehe. Kalau terserah nan perlu ditambahin bisa anda informasikan melalui komentar dibawah yaa… Oh ya kamu bisa membagikan artikel ini melalui tombol share dibawah juga ok, dan sekali jangan pangling kerjakan berkomentar yaaa 🙂 Sambut hadiah sudah mengunjungi blog aku ^^ ~ Kiku You may like Tak hanya lingkungan, dampak sampah plastik juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan. Hal ini perlu diperhatikan karena kehidupan manusia tidak terlepas dari penggunaan plastik di dalamnya. Oleh karena itu, diperlukan cara tepat untuk mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan sampah plastik. Bahan plastik dapat dengan mudah ditemukan di berbagai produk, mulai dari kemasan makanan dan minuman, kantong belanja, hingga peralatan rumah tangga. Ketika tidak lagi digunakan, produk dari bahan plastik tersebut bisa menumpuk dan menjadi sampah di mana-mana. Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan plastik dan limbah plastik kian meningkat setiap tahunnya. Bahkan, ada riset yang menyebutkan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara penghasil sampah plastik terbesar di dunia. Dibandingkan dengan jenis sampah lainnya, proses penguraian sampah plastik memakan proses yang jauh lebih lama karena memerlukan bantuan radiasi sinar UV. Bahkan, penguraian sampah plastik bisa memakan waktu hingga 20–500 tahun lamanya. Bila tidak terurai dengan benar, proses penguraian plastik justru menghasilkan partikel kecil atau mikroplastik, senyawa kimia, dan logam berat yang lebih berbahaya dan beracun. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah untuk menekan dampak sampah plastik yang dapat terjadi. Dampak Sampah Plastik bagi Lingkungan Sampah plastik yang dibuang sembarangan berpotensi merusak dan mencemari lingkungan. Limbah plastik juga termasuk dalam sumber polusi lingkungan terbesar di seluruh dunia. Apabila dibiarkan begitu saja, dampak sampah plastik bisa berbahaya bagi ekosistem dan kelangsungan hidup di Bumi. Berikut ini adalah beberapa dampaknya Pencemaran air Sampah plastik, baik yang bentuknya masih utuh atau sudah hancur menjadi partikel kecil, bisa mengakibatkan pencemaran air. Hal ini dapat terjadi karena plastik membawa zat kimia, seperti bifenil poliklorinasi dan pestisida, yang dapat mengontaminasi air serta meracuni dan merusak habitat makhluk hidup yang tinggal di sekitarnya. Ketika dikonsumsi oleh hewan laut, racun ini juga bisa masuk ke dalam tubuh manusia bila sampai hewan laut tersebut diolah dan dikonsumsi. Pencemaran tanah Dampak sampah plastik selanjutnya adalah pencemaran tanah. Partikel mikroplastik, logam berat, dan zat kimia hasil dari proses penguraian plastik dapat masuk ke dalam lapisan tanah serta menempel pada tumbuhan yang tertanam di dalamnya, seperti sayuran dan buah-buahan. Bila sayuran dan buah tersebut dikonsumsi oleh manusia, risiko terjadinya berbagai jenis penyakit pun dapat meningkat. Kontaminasi sampah plastik ini juga bisa membuat kondisi tanah menjadi tidak subur. Pencemaran udara Proses pembakaran sampah plastik yang dilakukan secara terbuka bisa mengakibatkan terjadinya polusi udara. Hal itu disebabkan oleh adanya partikel mikroplastik, logam berat seperti kadmium dan timbal, serta bifenil poliklorinasi yang terlepas dan mencemari udara. Selain berbagai polusi di atas, masalah sampah plastik juga kerap memperparah pemanasan global dan perubahan iklim di seluruh dunia. Dampak Sampah Plastik Bagi Kesehatan Manusia Tak hanya berdampak buruk bagi lingkungan, berbagai senyawa kimia yang terkandung di dalam sampah plastik juga bisa menimbulkan beragam masalah kesehatan, seperti Kanker Berbagai senyawa kimia beracun yang berasal dari plastik bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui udara, makanan, dan minuman yang terkontaminasi limbah plastik. Limbah plastik ini bisa menghasilkan zat karsinogenik yang dapat memicu kanker, seperti kanker paru-paru, kanker payudara, kanker prostat, dan kanker testis. Kerusakan organ Paparan logam berat dan mikroplastik dapat menyebabkan kerusakan kulit dan memicu berbagai gangguan pada tubuh, seperti gangguan saraf, masalah pencernaan, gangguan pernapasan, dan gangguan kelenjar endokrin, misalnya penyakit tiroid. Selain itu, beberapa zat beracun dari limbah plastik atau olahan sampah plastik juga bisa menyebabkan gangguan fungsi ginjal dan hati. Gangguan pertumbuhan janin dan anak Paparan zat beracun dari limbah plastik juga bisa berbahaya bagi ibu hamil, janin, dan anak-anak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan limbah dan zat beracun bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan tumbuh kembang pada janin dan anak-anak Selain itu, ibu hamil yang terlalu sering terpapar senyawa kimia dari sampah plastik juga berisiko tinggi mengalami keguguran, bayi terlahir prematur, atau penyakit bawaan lahir pada janin. Selain itu, kontaminasi bahan plastik, seperti phthalates dan bisphenol A, pada alat dan tempat makan serta mainan anak juga perlu diperhatikan, karena bisa beracun dan berisiko memengaruhi tumbuh kembang anak. Cara Mengurangi Dampak Sampah Plastik Untuk mencegah dan mengurangi produksi sampah plastik, Anda bisa mencoba menerapkan beberapa tips berikut ini Gunakan peralatan makan dan minum yang terbuat dari bahan lain, seperti kaca atau keramik. Kurangi konsumsi atau penggunaan botol minum plastik, termasuk membeli minuman kemasan. Sebagai gantinya, Anda bisa membawa botol minum sendiri untuk membawa air minum. Gunakan sedotan dari stainless steel atau kertas yang lebih ramah lingkungan. Pilih produk kemasan atau peralatan makan dan minum yang terbuat dari plastik mudah terurai atau berlabel biodegradable dan tidak mengandung bisphenol A atau BPA Bawa dan gunakan tas belanja sendiri saat berbelanja untuk mengurangi pemakaian tas plastik. Dengan menerapkan berbagai tips di atas, Anda turut berpartisipasi dalam mengurangi dampak sampah plastik, sehingga kelestarian lingkungan dapat terjaga dan Anda pun terhindar dari masalah kesehatan yang dapat terjadi. Apabila Anda masih memiliki pertanyaan seputar dampak sampah plastik atau mengalami masalah kesehatan tertentu akibat sering terpapar limbah plastik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya. Unduh PDF Unduh PDF Membuat plastik industri membutuhkan sebuah gelar dalam bidang kimia dan akses terhadap mesin-mesin berat. Meskipun demikian, telah ada proyek sederhana yang dapat dilakukan di rumah yang memungkinkan Anda untuk membuat sesuatu yang sangat mirip dengan plastik dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di dalam rumah. Anda dapat membuat kasein dari susu, polimer dari lem, bahkan styrofoam yang dapat dibentuk! Lihatlah langkah pertama untuk informasi selanjutnya. 1 Siapkan bahan-bahannya dengan tepat. Untuk cara ini, intinya adalah melelehkan styrofoam dalam cairan tiner untuk menciptakan zat plastik semikeras yang dapat dicetak menjadi berbagai bentuk dan rupa. Untuk itu, Anda akan membutuhkan Aseton atau tiner, umumnya tersedia di toko-toko perkakas Stoples, atau wadah kaca lainnya Gelas styrofoam, atau produk expanded polystyrene EPS lainnya Sarung tangan Pelindung mata 2 Tuangkan sedikit aseton ke dalam stoples. Agar prosesnya berhasil, Anda memerlukan aseton setinggi setengah inci atau paling tidak beberapa senti dari dasar selalu sarung tangan dan kacamata saat menggunakan aseton karena cukup berbahaya. Hindari menghirup uapnya dan pastikan melakukannya di tempat yang berventilasi dalam pengawasan orang dewasa, jika Anda berumur dibawah 15 tahun. 3Hancurkan styrofoam menjadi kepingan-kepingan kecil. Manfaatkan kemasan maupun gelas bekas dari styrofoam yang dapat ditemukan di sekitar Anda. Hancurkan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil agar muat dalam stoples serta dorong ke bawah semua kepingannya.[1] 4 Dorong styrofoam tersebut sampai mencapai dasar stoples. Anda akan melihat reaksinya dalam waktu yang relatif cepat sehingga sangat penting untuk selalu memakai kacamata pelindung dan sarung tangan Anda ketika melakukan hal ini. Tutupi stoples menggunakan penutupnya atau benda yang berat seperti buku dan diamkan beberapa menit sampai styrofoam melebur karena lama didiamkan, semakin padat hasil leburan styrofoam. Oleh karena itu, waktu tunggu yang pas sebelum membentuk styrofoam adalah antara 3-5 menit. 5 Keluarkan plastiknya. Ketika Anda mengeluarkan plastik dari stoplesnya, Anda akan memperoleh zat plastik dengan bentuk yang tidak jelas, namun dapat dibentuk dan dicetak seperti tanah liat. Pakailah sarung tangan dan mulai mencetaknya menjadi bentuk yang Anda inginkan, serta keringkan jangka waktu 12-24 jam, plastik tersebut akan terbentuk dan padat secara sempurna. 6Pahatlah menjadi bentuk yang menarik. Gunakan imajinasi Anda untuk membuatnya menjadi sebuah bentuk baru, buatlah menjadi patung plastik kecil yang dapat diwarnai setelahnya, atau dengan desain keren lainnya. Proyek ini adalah proyek sains yang menarik bagi anak-anak dan para murid, bahkan mereka dapat memiliki suvenir keren sebagai hasilnya. Iklan 1 Kumpulkan bahan-bahannya dengan tepat. Polimer adalah suatu zat di antara zat cair dan padat, wujudnya berubah sesuai dengan wadahnya, namun elastis dan dapat dibentuk seperti zat padat.[2] Untuk membuat polimer biasa dari bahan-bahan sederhana, Anda akan membutuhkan Lem putih PVAc, seperti produk Elmer's 2 buah cangkir Air Bubuk boraks deterjen pakaian Sendok plastik 2Larutkan boraks dalam sebuah cangkir. Tambahkan sesendok penuh boraks ke dalam cangkir beserta air secukupnya untuk melarutkannya. Aduk sampai benar-benar larut dan sisihkan. 3 Siapkan lemnya. Tuangkan sedikit lem pada cangkir terpisah. Tambahkan beberapa sendok air sebanyak 3 sendok atau lebih, kemudian diaduk untuk mengurangi Anda ingin memberikan warna pada polimer, Anda dapat menambahkan beberapa tetesan pewarna makanan dan mengaduknya hingga merata agar diperoleh warna yang menarik. 4 Tambahkan sesendok larutan boraks pada lem. Saat diaduk, Anda akan melihat tekstur lem berubah menjadi berlendir dan melengket pada sendok. Diamkan selama 30 detik, dan angkatlah polimer yang berlendir ini aman jika disentuh tanpa pelindung tangan. Anda bisa memainkannya, meregangkannya, mencetaknya, dan membentuknya sesuka hati. Merupakan hal yang sulit untuk mempertahankan bentuk dari plastik ini, namun plastik ini sangat cocok dijadikan mainan berbentuk alien yang berlendir dan menjijikkan bagi anak-anak. 5Hindari terkena udara dalam waktu lama. Untuk menyimpan plastik yang berlendir ini, gunakan kantong plastik kedap udara. Plastik ini dapat bertahan lama jika disimpan dengan baik, atau Anda bisa membuat lebih banyak lagi dengan cara yang sama! Iklan 1 Kumpulkan bahan-bahannya dengan tepat. Berikut adalah yang harus dikumpulkan untuk membuat zat sederhana dan alami yang mirip dengan plastik dari bahan-bahan rumah tangga yang mungkin telah Anda miliki di dapur Anda 240ml susu murni atau krim kental, semakin berlemak semakin baik Cuka atau air perasan lemon Panci Saringan 2Panaskan susu. Gunakan panci untuk memanaskan susu secara perlahan dengan api kecil hingga mendidih. Hati-hati, jangan sampai terlalu mendidih karena dapat mengacaukan reaksinya.[3] 3Tambahkan cuka. Tambahkan beberapa sdm cuka secara bersamaan dan aduk dengan sendok sampai susu mulai terpisah menjadi zat padat dan cair. Proses ini adalah proses utama dalam pembuatan keju yaitu pemisahan dan pembuatan dadih. 4 Saring larutannya. Matikan api dan tuangkan susu ke dalam saringan ketika susu tidak lagi terlalu panas. Sesuatu yang elastis dan lembut yang tersisa pada saringan adalah “plastik dari susu” yang disebut dengan kasein, yang merupakan bagian yang terpenting dalam pembuatan memanaskan susu dan menambahkan cuka, Anda memicu reaksi kimia yang dapat menghasilkan polimer alami dari susu dan senyawa alami yang mirip dengan plastik. 5 Keraskan plastik dengan cara dibekukan. Perhatikan bagaimana efek terhadap plastik Anda saat dijepit, diregangkan, atau dijatuhkan. Jika Anda mendiamkannya dalam jangka waktu tertentu atau memasukkannya ke dalam kulkas, maka plastik Anda akan mengeras. Anda juga dapat menuangnya ke dalam cetakan kue atau bentuk lain dan biarkan mengeras hingga menjadi sebuah bentuk yang menarik. Jika belum diwarnai, Anda bisa mewarnainya menjadi ornamen untuk di hari raya atau ornamen biasa sebagai proyek yang menarik bagi anak-anak.[4] Plastik tersebut dapat bertahan selama beberapa hari, namun pada dasarnya memiliki batasan kedaluwarsa seperti makanan. Buanglah sebelum plastik Anda berjamur. Iklan Peringatan Berhati-hatilah saat menggunakan kompor, dan pakailah kacamata pelindung saat menggunakan aseton. Jika Anda masih kanak-kanak, mintalah bantuan dari orang dewasa. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda? Unduh PDF Unduh PDF Wadah plastik merupakan sampah terbanyak yang dibuang rata-rata orang setiap harinya. Untungnya, kita bisa melakukan daur ulang untuk mencegah sampah plastik memenuhi tempat pembuangan akhir sekaligus membantu mengurangi kebutuhan material baru untuk membentuk berbagai barang. Dengan mendorong penghuni rumah atau kantor Anda untuk mendaur ulang, membawa plastik ke pusat daur ulang yang tepat, atau sekadar memakai ulang botol plastik, Anda bisa mendaur ulang plastik dengan mudah dan membantu mencegah material ini masuk ke tempat pembuangan akhir. 1 Pilah dan siapkan plastik seturut instruksi uang diberikan oleh penyedia layanan daur ulang, misalnya ukuran, bentuk, dan jenis.[1] Periksa bagian dasar wadah plastik untuk mengetahui kode jenis plastik jika memang disyaratkan oleh penyedia layanan daur ulang. Produk plastik dibagi ke dalam 7 “jenis”, yang dinomori 1-7. Nomor tersebut bisa Anda temukan di bawah wadah plastik. Ikuti instruksi yang diberikan penyedia layanan daur ulang setempat.[2] 2 Bersihkan dan siapkan wadah berdasarkan instruksi penyedia layanan daur ulang. Beberapa penyedia layanan terkadang meminta kita tidak menyertakan penutup wadah.[3] Pusat daur ulang secara teknis dapat membersihkan dan mensterilkan plastik Anda, tetapi mengingat proses ini cukup rumit maka para petugas kerap kali langsung membuang bekas wadah makanan alih-alih mendaur ulangnya. Bilas bagian dalam wadah makanan lawas dan bersihkan semua sisa makanan untuk memudahkan proses daur ulang plastik Anda.[4] Untuk sampah wadah rias, bersihkan dahulu semua sisa alat rias yang masih menempel. Setelah itu, baru Anda bisa mendaur ulang. Gunakan air panas dan sikat untuk menyingkirkan sisa makanan dari wadahnya sebersih mungkin. Untuk botol plastik, tuangkan air sabun lalu kocok sedemikian rupa hingga bagian dalamnya bersih. Gunakan air dan energi pemanas sebijak mungkin. Untuk barang-barang daur ulang yang tidak mudah dibersihkan, seperti wadah kemasan makanan, Anda harus memisahkan bagian yang kotor dari bagian yang mudah dibersihkan. Lalu, buang bagian kotor ke tempat sampah. 3 Cari tahu hal-hal spesifik pada program daur ulang komunitas Anda. Dewasa ini, banyak kota memiliki titik kumpul barang atau bahkan menyediakan titik pengumpulan di pinggir jalan. Namun, setiap komunitas tentunya memiliki perbedaan tersendiri. Oleh karena itu, kunjungi situs resmi pemerintah kota Anda untuk mengetahui fasilitas dan pilihan yang tersedia di wilayah Anda.[5] Kebanyakan komunitas setidaknya memiliki minimal satu fasilitas daur ulang meskipun bisa jadi fasilitas-fasilitas tersebut hanya menerima jenis plastik tertentu. 4 Tinggalkan sampah yang siap didaur ulang di titik pengumpulan agar petugas bisa mengambilnya. Jika komunitas Anda menawarkan pengambilan di tepi jalan, Anda bisa menaruh plastik dalam wadah daur ulang di samping tong sampah pada hari pengambilan sampah. Di wilayah-wilayah yang tidak menyediakan pengambilan tepi jalan, biasanya ada wadah daur ulang berukuran besar yang diletakkan di berbagai tempat, misalnya tempat-tempat umum seperti sekolah, tempat ibadah, atau gedung pemerintahan.[6] Pastikan Anda mematuhi aturan pemerintah setempat saat meletakkan sampah yang bisa didaur ulang. Jika tidak, perbuatan Anda ini tergolong tindakan membuang sampah sembarangan. 5 Bawa plastik Anda ke pusat daur ulang setempat jika tidak ada opsi pengangkutan. Carilah informasi di internet atau telepon dinas terkait di kota Anda untuk mengetahui penyedia layanan daur ulang terdekat. Pastikan untuk menanyakan ketentuan jenis plastik yang bisa diterima di sana.[7] Contohnya, beberapa layanan daur ulang tidak menerima kantong plastik. Namun, terkadang Anda juga bisa membawa plastik jenis ini ke toko grosir untuk didaur ulang. Beberapa fasilitas daur ulang akan membayar plastik yang Anda kumpulkan. Anda bisa menghasilkan sejumlah yang dengan mengumpulkan sampah daur ulang dari teman dan tetangga lalu menyerahkannya ke fasilitas-fasilitas tersebut. 6 Hubungi fasilitas daur ulang dan tanyakan apakah Anda perlu memilah sampah plastik itu terlebih dahulu. Beberapa pusat daur ulang bersedia memilah dan membersihkan sampah yang masuk sehingga Anda bisa menyerahkan kaleng, plastik, dan kertas sekaligus. Sementara itu, beberapa pusat daur ulang lainnya mengharuskan Anda memilah sampah sebelumnya dan menaruhnya ke wadah-wadah terpisah yang disediakan di sana.[8] Jika memang disyaratkan demikian, pisahkan kertas dan karton, plastik, kaca, dan kaleng. Bisa dibilang kegiatan ini sedikit merepotkan. Namun, seperti halnya pekerjaan rumah tangga lainnya, Anda akan merasa lebih ringan jika menjadikannya kebiasaan setiap minggu. Terkadang pusat daur ulang mensyaratkan Anda untuk membersihkan plastik dan mencopot labelnya juga. Iklan 1 Letakkan keranjang daur ulang yang dilengkapi tempat sampah di setiap ruangan. Untuk mendapatkan hasil terbaik, gunakan keranjang warna biru mencolok untuk membedakannya dengan tong sampah. Letakkan keranjang ini di dekat tempat sampah biasa sehingga orang tidak tergoda untuk membuang plastik begitu saja ke tong sampah karena alasan malas.[9] Pastikan Anda meletakkan keranjang-keranjang ini di ruang-ruang yang terpapar banyak plastik, termasuk dapur atau ruang santai, kamar mandi, atau ruangan yang sering menjadi tempat berkumpul. Jika harus memilah sampah yang hendak didaur ulang, Anda bisa menghemat waktu dengan meletakkan sejumlah wadah. Dengan demikian, Anda bisa langsung membuang barang sesuai jenisnya. 2 Siapkan wadah daur ulang jika Anda akan meletakkan sampah plastik di tepi jalan. Di beberapa komunitas, Anda bisa meletakkan kotak daur ulang di luar rumah bersisian dengan tong sampah. Jika komunitas Anda juga membolehkan hal ini, pastikan untuk segera mendaftarkan diri dan memesan jenis wadah daur ulang yang tepat untuk sampah plastik Anda.[10] Jika Anda tidak yakin tentang adanya program ini di komunitas, coba kunjungi situs pemerintah daerah Anda dan carilah informasi daur ulang untuk pemukiman di bagian layanan penduduk. Terkadang, seperti halnya pengumpulan sampah, bisa jadi Anda perlu membayar biaya tahunan atau berkala. Meskipun demikian, Anda akan mendapat kemudahan untuk mendaur ulang sehingga wajar jika butuh biaya. Jika Anda tinggal di apartemen, mungkin sudah tersedia kotak daur ulang di bangunan tersebut. 3Keluarkan plastik bekas Anda sekali seminggu untuk mencegah timbunan. Kontrol rutin terhadap sampah daur ulang akan meringankan kegiatan daur ulang yang Anda lakukan. Jika pusat daur ulang terdekat berada lumayan jauh dari rumah Anda, bawa barang rongsok Anda 1-2 kali sebulan alih-alih sekadar terus-menerus menyimpannya.[11] Iklan 1 Gunakan lagi wadah plastik Anda ketika isinya habis, bukan malah langsung membuangnya. Jika botol itu biasa digunakan untuk menyimpan sabun, deterjen, atau cairan pembersih, Anda bisa mengisi ulang dari wadah berukuran lebih besar. Namun, bakteri bisa dengan mudahnya ditemukan dalam botol yang sudah dipakai. Jadi, sebaiknya, botol bekas hanya digunakan untuk menyimpan barang yang tidak dimakan/diminum.[12] Contohnya, berhati-hatilah meminum berulang-ulang dari botol plastik yang sama. Jika Anda memutuskan menggunakan botol plastik, gunakan cukup 1 atau 2 kali sebelum membuangnya. 2Taruh pernak-pernik barang berukuran kecil dalam bekas botol pil atau kapsul. Botol plastik berukuran kecil dan bertekstur keras ini sangat cocok digunakan untuk menyimpan benda-benda berukuran kecil seperti koin, sekrup yang lepas, sampai alat kerajinan tangan. Anda hanya perlu memastikan label berisi informasi personal sudah disingkirkan.[13] 3Gunakan botol plastik untuk membuat barang kerajinan tangan. Dari wadah permen hingga vas yang cantik, ada banyak cara penuh seni yang bisa Anda gunakan untuk memanfaatkan kembali botol minuman kemasan bekas sehingga mengurangi sampah plastik. Namun, pastikan Anda mencucinya bersih-bersih dengan sabun dan air hangat terlebih dahulu![14] 4Gunakan kembali tas belanja. Daripada membuang tas yang sebetulnya bisa dipakai lagi, manfaatkan untuk membawa belanjaan Anda. 5Tuangkan air ke dalam botol dan masukkan tanaman di situ. Rumah Anda pasti butuh dekorasi tambahan. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?

jelaskan cara membuat payung dari sampah plastik